Kenalkan Pesan Daya Tri Karya, Kepala Kemenag Ingatkan Transparansi Manajerial dan Berintegritas

 


Kab. Probolinggo (PD Pontren) Menjelang akhir Ramadhan melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok pesantren Kementerian Agama kabupaten Probolinggo menggelar pembinaan pengelolaan Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) dan Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) se kabupaten Probolinggo, bertempat di Aula Al-Ikhlas. Kamis (27/3/2025) sore.

Tidak hanya sebatas pada tiga Lembaga yang mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Kemenag juga menghadirkan sebagian Kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) untuk penyerahan Piagam Lembaga tersebut yang secara simbolis diberikan langsung oleh Kepala Kemenag Dr. H. Samsur, S.Ag. M.PdI.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dana BOS, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas di pesantren. Selain BOS, BOP serta dana bantuan lainnya diharapkan mampu menghadirkan Pembangunan karkter bangsa dalam wadah moderasi pesantren dalam motto Pesantren Berdaya, Santri Berkarya (Pesan Daya Tri Karya), terang Kasi PD Pontren saat memberikan uraian pointer yang disampaikan di hadapan para aktivis pesantren tersebut.


 

Kagiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di pondok pesantren. Pesantren berdaya dalam Administrasi kelembagaan, literasi digital, serta mampu berinovasi dalam pembelajaran berbasis digital, penguatan data dan pengelolaan EMIS, juga tidak kalah pentingnya pemberdayaan ekonomi pesantren baik melalui One Pesantren One Product (OPOP) maupun Inkubasi Pondok Pesantren, tegasnya.

Sementara Kepala Kemenag menekankan pentingnya penataan manajerial pesantren yang transparan, akuntabel dan berintegritas. Kepala Kemenag juga mengajak Pokja dan lintas organisasi kelembagaan untuk turut mengoptimalkan penggunaan sistem informasi manajemen pendidikan (EMIS) untuk mengelola data pendidikan di pondok pesantren yang validitasnya dapat dipercaya. 

PD Pontren diharapkan memainkan perannya untuk melakukan pembinaan rutin kepada lembaga pendidikan keagamaan, seperti Pondok Pesantren, TPQ, Diniyah Takmiliyah sehingga eksistensi Pendidikan agama dan Pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo lebih bermakna dalam kontribusi keumatan, tegasnya.

Usai dialog Bersama para pengasuh dan peserta rapat, secara simbolis Kepala Kemenag menyerahkan piagam TPQ dan Madin dan dilanjutkan foto Bersama dan penandatanganan SPTJM. (red).

Posting Komentar

0 Komentar