Ramadhan Momentum Muhasabah Diri

 


Kab. Probolinggo (Kemenag) Kajian Ramadhan dihari ke 24 mengulas hikmah besar Ramadhan jangan lenyap tanpa bekas. Ramadhan momentum muhasabah, mengintrospeksi diri sudahkah kita memanfaatkan waktu yang ada untuk kebaikan dan hal-hal positif lainnya, tegas Kasi PD Pontren mengawali uraian materinya. Senin, (24/3/2025).

Lebih lanjut mengulas dua hadis Nabi SAW tentang hikmah Ramadhan dan nikmat yang sering dilalaikan. Pertama, "Seandainya umatku mengetahui hikmah apa yang ada di bulan Ramadhan, niscaya mereka akan menginginkan setahun penuh menjadi Ramadhan."  (HR Ibnu Khuzaimah). dan “ Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang. (HR. Bukhori dari Abdullah bin 'Abbas)”

Mari kita manfaatkan momen mulia ini dengan ikhtiar robbani melalui madrasah rohani memperbanyak tadarrus, kajian, qiyamul lail, tarawih dan witir. Jangan terlena dengan waktu sehat dan waktu luang karena kematian dan sakit datangnya tanpa pemberitahuan. Begitu pula ramadhan adalah kesempatan, untuk bermuhasabah mengkalkulasi amal, terangnya.

Kita apresiasi langkah cerdas kemenag memanfaatkan Ramadhan dengan sederet kegiatan, kajian dan ibaha mahdhah dan menarik yang terakhir memiliki kepekaan sosial gerakan menyantuni ribuan yatim dhuafa di bulan ramadhan yang kemudian dikenal dengan Gema Rindu Ramadhan.

Gema Rindu Ramadhan sudah berjalan cukup lama jauh sebelum nasional melaunching Festival Ramadhan sebagai bentuk peduli kemenag pada warga bangsa. Hal ini mengingatkan kita akan keutamaan bulan mulia sebagai momentum peningkatan ibadah, kepedulian sosial, dan penyucian diri.

Sepuluh hari pertama berisi rahmah kasih sayang Allah, secara eksplisit mengajarkan kepada kita pentingnya menyayangi sesama. Begitu pula 10 hari kedua dan ketiga. Filosofinya tegas dan jelas. Selain itu, mantan Penyuluh Agama ini juga menyoroti berbagai kegiatan sosial yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo selama bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.

Di akhir kajian, beliau berharap agar semangat dan amalan yang dilakukan selama Ramadhan tidak hanya berhenti di bulan suci ini, tetapi juga terus membekas dan diamalkan di bulan-bulan berikutnya.

Acara kajian ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai kalangan yang antusias menyimak materi dan mengambil hikmah dari pembahasan yang disampaikan. Semoga pesan dan nilai-nilai yang disampaikan dalam kajian ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan sepanjang tahun sehingga benar-benar menjadi muhasabah diri, tutupnya. (red)

 

Posting Komentar

0 Komentar